Keluarga Bunga Bangkai Ditemukan Senin, 15 Januari 2007 | 11:59 WIB
TEMPO Interaktif, Cambridge: Selama 200 tahun para ahli dunia tanaman mencari-cari keluarga besar tanaman bunga bangkai atau Rafflesiaceae. Sifat-sifatnya yang unik karena tidak berbatang, berdaun, bahkan berakar, membuat tanaman yang satu ini sulit sekali dicarikan kerabatnya.
Baru setelah menggunakan teknologi analisis DNA, tim peneliti yang dipimpin Charles Davis dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, berhasil mengungkap para kerabatnya itu. Lewat Jurnal Science edisi pekan lalu, Davis menyatakan bunga raksasa penebar bau tak sedap ini ternyata termasuk keluarga Euphorbiaceae.
Saudara-saudara Rafflesiaceae terungkap diantaranya adalah pohon karet, jarak, dan ketela yang umumnya berbunga kecil. Loh? "Kejutan besar, tentu, bahwa mereka jatuh di tengah-tengah kelompok pemilik bunga-bunga mungil ini," kata Davis.
Menurut profesor biologi evolusioner dan organisme itu bunga bangkai memang sangat aneh karena strukturnya mendukung untuk hidup di air. "Di di pohon keluarga jenis tanaman apapun mereka ditempatkan, akan ada banyak penjelasan yang harus dilakukan," katanya.
Davis dan timnya yakin kalau sekitar 46 juta tahun lalu terjadi evolusi terhadap Rafflesiaceae sehingga bisa memiliki ukuran bunga seperti yang sekarang, dari yang semula hanya seukuran dua milimeter. Saat ini, ukuran bunganya selebar satu meter, berbobot tujuh kilogram, berwarna merah darah dan menebar aroma daging busuk.
Davis menerangkan, evolusi itu membawa keuntungan bagi Rafflesiaceae yang selama ini hanya hidup terbatas di lantai hutan hujan tropis yang rapat dan minim cahaya. Seperti diketahui, Rafflesiaceae adalah tanaman parasit yang hidupnya menumpang di jaringan belukar tanaman merambat. "Dengan cara memaksimalkan luas permukaannya, akan jauh lebih mudah bunga ini menebar aromanya hingga jarak yang lebih jauh, yang bisa menarik perhatian lalat-lalat bangkaimembantu penyerbukan di dalamnya," tutur Davis.
Di dunia, jenis bunga yang diantaranya terpelihara di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, itu termasuk yang terbesar. Bunga terjangkung di dunia adalah Titan Arum yang menjuntai hampir tiga meter. Seperti Rafflesiaceae, bunga ini menebar bau bangkai, tapi berasal dari keluarga berbeda.
