mylife

March 7, 2007

E_MaiL

Filed under: iPtEk - Administrator @ 1:22 am

 Salah satu layanan komunikasi melalui internet adalah email, atau electronic-mail. Yang kita lakukan bila kita berkomunikasi menggunakan e-mail adalah mengetikkan pesan yang akan kita kirim pada program komputer yang dikhususkan untuk keperluan ini (email client), seperti Outlook Express, Netscape Communicator, Eudora, Pegasus, dan lain-lain. Kemudian pesan yang telah selesai disusun kita kirimkan, setelah sebelumnya kita menghubungkan komputer kita dengan internet. Biasanya bersamaan dengan mengirim, kita juga sekaligus mengecek apakah ada pesan yang ditujukan ke alamat kita. Setelah itu kita bisa memutuskan hubungan dengan internet. Bila kita telah terampil mengoperasikan program email yang digunakan, proses tadi dapat berlangsung sangat cepat. Alhasil kita dapat melakukan penghematan pulsa telpon. Mengenai hal ini akan dibahas lebih lanjut nanti. 

      Karena pengiriman dan penerimaan e-mail ternyata berjalan sangat cepat dan efisien, akhirnya orang berpikir untuk mencari berbagai kemungkinan komunikasi yang bisa dikembangkan melalui medium ini, seperti apa yang disebut dengan distribution list, dan discussion list. Bahkan di antara mereka yang sering menggunakan email telah berkembang konvensi-konvensi pergaulan tertentu, yang sangat penting untuk diketahui oleh para pemula, seperti netiquette, smiley / emoticon, avatar / nickname, dan sebagainya. Akhirnya dengan semakin canggihnya program email yang digunakan, semakin terbuka pula kemungkinan yang lebih luas. Dewasa ini semua email clients mampu menyertakan file pada email yang dikirimkan, sebagai attachment / lampiran. Ini berarti yang dikirimkan oleh email bukan hanya tulisan, tapi bisa juga  suara, gambar, bahkan gambar bergerak. 

      Tidak ada medium komunikasi yang sempurna. Demikian pula dengan email. Apa yang terjadi sebenarnya adalah pertukaran tulisan elektronik di antara mereka yang memiliki alamat email. Ketidaksempurnaannya adalah bahwa itu semua hanya berupa tulisan ! Akan tetapi justru pada ketidaksempurnaan itulah letak kelebihannya. Yang harus segera disadari kemudian adalah bahwa akhirnya kita akan harus menghargai orang lain lebih karena pikirannya, gagasannya. Bukan karena faktor-faktor lain yang kurang esensial bagi timbulnya sebuah intellectual discourse yang demokratis - hal yang tentu sangat didambakan oleh publik perguruan tinggi. Demi kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia maka harus dikatakan bahwa keberadaan internet di suatu perguruan tinggi adalah conditio sine qua non. Tidak bisa tidak.

    1. Program Email
 

    Program komputer yang digunakan untuk mengirim dan menerima email sangat banyak pilihannya. Barangkali bisa diusahakan suatu pembahasan umum yang mencakup hal-hal mendasar yang dimiliki oleh setiap email clients tersebut, akan tetapi jauh lebih baik bila kita merujuk pada satu email client tertentu supaya kita bisa punya orientasi yang sama. Oleh karena itu dari awal saya ingin menetapkan bahwa program email yang akan dirujuk di sini adalah Outlook Express buatan Microsoft. Mulai dari versi 3, 4.1, 5.0, dan 5.1 email client yang populer ini memiliki prinsip penggunaan dasar yang sama. 

    Sebagai catatan, dari berbagai forum diskusi / milis mengenai komputer serta informasi yang tersebar di Internet diperoleh informasi bahwa Outlook Express ternyata sering menunjukkan error bug bila program ini digunakan untuk multiple account dan menerima email dalam jumlah banyak. Akan tetapi bila penggunaannya hanya single account, email client ini cukup stabil. Memang harus diakui bahwa tidak ada program komputer yang sempurna. Oleh karena itu patut pula dipertimbangan email clients alternatif seperti Eudora Pro, Eudora Light, Becky, Calypso, QuickMail Pro, The Bat!, dan lain-lain. Masing-masing program memiliki kelebihan sendiri-sendiri dengan fitur yang berbeda-beda. Semuanya dapat dicari dan diambil secara gratis di Internet melalui alamat seperti, www.download.com  atau  http://tucows.cyberway.com.sg

    1. Cara Kerja Email
 

    Sama halnya dengan surat biasa (snail mail) yang harus melewati beberapa kantor pos sebelum sampai ke tujuannya, begitu dikirimkan oleh seseorang melalui komputer yang tersambung ke internet sebuah email masuk ke beberapa komputer lain di sepanjang jaringan internet. Komputer-komputer itu disebut dengan email server. Ketika email tersebut sampai ke server yang menjadi tujuan (seperti yang ditunjuk pada alamat email - kepada siapa kita menulis email) email tersebut disimpan pada sebuah emailbox. Si pemilik alamat email baru bisa mendapatkan email itu kalau yang bersangkutan mengecek emailbox-nya. Jadi, tidak benar kalau dibayangkan bahwa untuk bisa menerima email kita harus terhubung terus menerus dengan internet. 

    Untuk bisa menerima email kita mesti memiliki sebuah account pada suatu email server, yang tentu berada pada sebuah ISP (Internet Service Provider). Ini sama dengan bila kita memiliki alamat rumah kita. Hanya bedanya, bila pada snail mail kita hanya bisa menerima surat manakala kita berada di alamat kita, sedangkan pada email, kita  bisa menerimanya  di mana  saja kita berada. Misalnya saya bisa mengecek email-email yang datang ke alamat email saya tomita@bdg.centrin.net.id - yang normal-nya saya buka di Bandung, ketika saya sedang  berada  di  Bali atau di Amerika sekalipun. Bagaimana hal ini bisa dijelaskan ? 

    Hal itu bisa dilakukan karena bila kita bisa mengkontak sebuah email server di mana kita punya account email, maka kita bisa mengambil / men-download semua email yang ditujukan kepada alamat email yang kita miliki. Untuk itu kita mesti memperhatikan protokol penerimaan dan pengiriman email. Protokol di sini maksudnya adalah sebuah prosedur standard untuk mengatur transmisi data di antara komputer-komputer. Untuk pengiriman, protokolnya adalah SMTP, singkatan dari Simple Mail Transfer Protocol; untuk penerimaan, protokolnya adalah POP singkatan dari Post Office Protocol. Setiap email server memiliki SMTP dan POP yang berbeda-beda.  

    Bila kita bisa menguasai cara mengontak SMTP dan POP dari lokasi yang berbeda, sebenarnya ini bisa mengatasi masalah kepemilikan komputer dan koneksi internet. Bila kita tidak memiliki sendiri komputer dan koneksi ke internet, kita masih bisa men-download email yang ditujukan kepada alamat email kita. Alternatif untuk itu misalnya (1) menggunakan email client yang mampu menangani lebih dari satu account (multiple account) -  bisa saja kita nebeng komputer teman atau komputer kampus; atau (2) men-download email di cybercafe atau rental-rental komputer yang kini bertebaran di mana-mana.

    1. Anatomi Alamat Email
 

    Bilamana kita membaca alamat sebuah snail mail, kita bisa membayangkan seberapa jauh lokasi si pengirim surat dari kita. Pertanyaannya adalah, apa yang bisa kita pahami dari sebuah alamat email ? 

    Alamat email terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan tanda axon / @. Misalnya alamat : 

    tomita@bdg.centrin.net.id 

Di sebelah kiri @ disebut user name (tomita), yang menunjuk pada identitas si pemilik alamat email. User name bisa merupakan nama si pemilik, singkatan nama, nickname,  nomor, atau apapun juga. User name juga menjadi nama bagi emailbox yang dimiliki seseorang di sebuah mail server.  

Di sebelah kanan @ (bdg.centrin.net.id) disebut domain name, yang menunjukkan identitas mail server di mana seorang user memiliki emailbox. Domain name biasanya menunjukkan nama perusahaan atau organisasi pemilik sebuah account. Misalnya : 

      liputan6@sctv.co.id (crew acara Liputan6 di SCTV)

    Selain itu, dari bagian paling belakang dari sebuah email kita bisa memperoleh beberapa dugaan mengenai pemiliknya.  

  • .com, biasanya ini dimiliki oleh perusahaan komersial atau usaha bisnis lainnya,
  • .edu, biasanya menunjukkan bahwa pemiliknya adalah sebuah universitas atau institusi pendidikan, seperti humas@maranatha.edu
  • .gov, dimiliki oleh instansi pemerintah,
  • .mil, dimiliki instansi militer,
 

Bagi email server yang letaknya di luar Amerika, seringkali alamat emailnya diberi identitas sesuai nama negaranya. Sebagai contoh id (Indonesia), au (Australia), uk (United Kingdom), ca (Canada), nz (New Zaeland), dan sebagainya.

    1. Jenis Email
 
      1. Dari Mekanismenya

      Dalam perkembangannya, email ternyata tidak hanya seperti yang dideskripsikan pada bagian II. Lebih detil, dari mekanisme pengiriman dan penerimaannya terdapat beberapa jenis sebagai berikut : 

    • POP Email

         Email jenis ini adalah persis seperti yang telah dijelaskan pada bagian II di atas. POP singkatan dari Post Office Protocol. Jadi, jalan yang dilalui sebuah email mirip dengan yang dialami oleh sebuah snail mail, yang mesti melewati beberapa kantor pos perantara sebelum akhirnya sampai ke tujuan. Akan halnya dengan email, sebuah email akan melewati beberapa komputer yang berperan sebagai router atau email server, sebelum akhirnya tiba pada email server yang ada pada ISP di mana alamat email kita terdaftar. 

    • Web-based Email / email gratis

         Web-based Email, atau email berbasis web dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan jasa email kepada orang yang memiliki akses internet, tetapi tidak memiliki account email sendiri, atau yang dimiliki bukan akses ke email server, tapi ke sebuah web server.

         Jadi, orang yang akan mengirimkan email pertama-tama harus mengikuti prosedur untuk membuat sebuah account email yang pada umumnya disediakan secara gratis. Setelah selesai kita akan memiliki sebuah account email dengan user name yang telah kita tentukan dan domain name yang sudah ditetapkan oleh si pemberi jasa email gratis ini, termasuk dengan password.

         Bila kita akan menulis sebuah email, email tersebut tidak ditulis pada email client yang konvensional tapi pada sebuah kolom / halaman khusus yang disediakan untuk itu. Pada kolom / halaman tersebut sudah lengkap tersedua bagian-bagian yang bisa diklik, untuk mengirimkan, menyimpan, dan sebagainya.

      Bila kita akan mengecek apakah ada email yang ditujukan untuk kita maka kita akan harus masuk ke bagian inbox yang tentu disediakan di halaman tertentu di website yang memberikan jasa email semacam ini.

         Sekali lagi, semuanya tidak menggunakan email client, seperti yang saya tulisakan di atas, tapi fasilitas yang dibuat khusus pada sebuah website. Contoh untuk ini banyak sekali, seperti hotmail.com, yahoo.com, mailexcite.com, astaga.com, dan sebagainya.

            

    • Email Forwarder

         Email Forwarder adalah sebuah fasilitas yang dulu banyak tersedia secara gratis, tapi kini sudah banyak yang komersial, dalam arti menuntut kita untuk membayar sejumlah uang tertentu.

         Pengertian email forwarder adalah sebuah cara untuk membuat alias dari alamat email kita yang sebenarnya. Sebagai contoh, alamat email saya yang sebenarnya adalah tomita@bdg.centrin.net.id, akan tetapi saya masih bisa menerima email dari manapun juga yang dialamatkan ke agnolia@bigfoot.com pada inbox untuk alamat email saya yang asli. Dalam hal ini agnolia@bigfoot.com adalah sebuah email forwarder, karena semua email yang ditujukan kepada alamat itu akan diteruskan lagi ke alamat yang sebenarnya (tomita@bdg.centrin.net.id).

         Orang menggunakan email forwarder dengan berbagai macam alasan. Mungkin alamat email yang sebenarnya dirasakan terlalu jelas menunjukkan identitas seseorang, seperti ISP yang digunakan, atau negara asal pengirim. Alasan lain boleh jadi adalah bila seseorang ingin anonim dalam sebuah forum diskusi tertentu, atau mungkin menggunakan sebuah email forwarder dan dengan identitas yang sama sekali lain. Ada pula yang menggunakan email forwarder untuk menghindari kemungkinan menerima spamming (lihat bagian Email Abuse di bagian VII). 

        1. Dari Segi Format Isi
       

            Pengertian format isi di sini adalah bagaimana penampakan visual sebuah pesan email. Ada dua macam yaitu : 

      • Plain Text

           Dengan plain text, dimaksudkan bahwa tulisan yang kita ketikkan hanya berupa data dalam format ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Tulisan yang disajikan dalam format plain text sama sekali tidak memungkinkan kita untuk membuat modifikasi pada tampilan visualnya, seperti membuat tebal, atau membuat miring sebuah teks, mengganti warna, ukuran huruf, latar belakang, atau membubuhkan hiasan-hiasan tertentu. 

      • HTML

           HTML singkatan dari HyperText Mark-up Language, yaitu sebuah bahasa standard yang digunakan untuk menampilkan / mengatur penampilan materi-materi informasi di internet. Email yang ditulis dengan menggunakan format HTML akan memungkinkan isinya disusun secara variatif, mulai dari pengaturan huruf, warna, lay out, sampai peletakan gambar. 

            Seringkali bila kita mengirim email ke sebuah forum diskusi / milis ada himbauan untuk hanya mengirimkan email dalam format plain text saja. Hal ini disebabkan biasanya email dalam format HTML memiliki ukuran yang lebih besar dari yang berformat plain text. Alasan lain adalah karena tidak semua orang dalam sebuah milis menggunakan email client yang bisa menampilkan HTML, sehingga ketika sebuah email HTML dibuka, isinya hanya serangkaian kode-kode yang tidak bisa dipahami sama sekali. Sebenarnya hampir semua email client dewasa ini sudah mendukung format HTML, sehingga kini jarang ditemui keluhan seseorang yang tidak bisa membaca sebuah email, hanya karena email yang dibacanya itu dibuat dalam format HTML. Banyak orang yang memang tidak peduli apakah plain text atau HTML, tapi pertanyaannya ; bila dengan format yang sederhana saja sudah bisa menyampaikan pesan, mengapa mesti dengan HTML ?

        1. Variasi Bentuk Komunikasi Dengan Email
       

            Dalam beberapa hal email memang meniru snail mail, meskipun jelas email memiliki banyak kelebihan lain. Ini terlihat jelas pada kemungkinan bentuk komunikasi yang bisa dilakukan dengan email. Sekurang-kurangnya ada lima macam, yaitu : 

            1. Point to Point

               Maksudnya adalah mengirimkan email langsung ke sebuah alamat tertentu. Di Indonesia terdapat kesepakatan di antara mereka yang sering berkirim email bahwa cara ini dinamakan japri, singkatan dari jalur pribadi. 

                1. Carbon Copy / CC

                   Pengertian carbon, di sini analog dengan bila kita mengetik surat (dengan mesin tik konvensional!) menggunakan kertas karbon untuk mendapatkan salinannya. Maksudnya adalah sebuah email, selain ditujukan ke sebuah alamat utama juga dikirimkan tembusannya ke alamat lain. Biasanya alamat utama kita tuliskan pada bagian yang diawali dengan “TO”, sedangkan alamat tembusannya kita tuliskan pada bagian “CC”. 

                    1. Blind Carbon Copy / BCC

                       Ini adalah variasi dari CC. Orang yang menerima email yang alamatnya dituliskan pada bagian “TO” oleh si pengirim, bisa melihat kepada siapa atau kepada alamat email mana saja email tersebut dikirimkan sebagai tembusan.  Ini karena ia bisa langsung melihat pada bagian “CC”. Kadang-kadang ada kebutuhan untuk mengirimkan sebuah email kepada seseorang tapi kita tidak ingin orang tersebut tahu bahwa kita juga mengirimkan tembusannya kepada alamat orang lain. Untuk itulah digunakan BCC. Beberapa email client menyediakan bagian “BCC”, selain “TO” dan “CC”. Pada Outlook Express ver. 5.01 bagian BCC baru bisa tampak bila kita masuk ke sebuah email baru dan mengklik pilihan View dan All Headers.

                        1. Distribution List

                           Pengertian distribution list agak berbeda dengan tiga varian bentuk sebelumnya, karena ini lebih berkenaan dengan pengaturan distribusi email yang dilakukan secara eksternal, artinya tidak terintegrasi dengan email client yang digunakan.

                           Yang dimaksud dengan distribution list adalah sebuah cara komunikasi dengan menggunakan email secara satu arah. Biasanya ini dibuat oleh orang yang berkepentingan untuk menyebarluaskan informasi tertentu (pengumuman, berita harian, update mengenai perkembangan suatu proyek, buletin, jurnal, dan sebagainya), akan tetapi tidak mengharapkan adanya respon dari para penerima emailnya. Untuk itu yang harus dilakukan adalah membuat sebuah alamat tertentu khusus untuk keperluan ini. Bila pengelola distribution list mengirimkan sebuah email ke alamat tersebut, maka alamat itu akan mem-forward email tadi ke semua alamat email yang menjadi pelanggan (subscriber) dari distribution list.

                           Untuk menjadi pelanggan, biasanya para calon pelanggan diminta untuk mengikuti prosedur tertentu yang ditetapkan oleh si pengelola. Bisa pula si pengelola yang memasukkan alamat email mereka ke database pelanggan secara manual. 

                            1. Discussion List

                               Discussion list seringkali juga disebut mailing list atau lebih populer dengan milis. Pengertiannya hampir sama dengan distribution list hanya memungkinkan siapa saja yang tergabung menjadi subscriber untuk mengirimkan respon terhadap sebuah email. Akan tetapi belum tentu semua orang bisa begitu saja mengikuti sebuah milis. Kadang-kadang ada milis untuk kalangan yang terbatas, sementara banyak yang terbuka untuk siapa saja.

                               Untuk dapat bergabung ke dalam sebuah milis pertama-tama seseorang mesti melakukan proses subscription (mendaftar) dengan suatu prosedur tertentu. Seringkali proses ini tidak memerlukan intervensi seorang administratur yang mengelola milis, baik untuk menyetujui atau menolak permohonan menjadi anggota milis. Milis yang seperti itu tentu adalah sebuah milis yang terbuka bagi siapa saja untuk bergabung.

                               Akan tetapi kadang-kadang ada juga milis yang mempersyaratkan calon anggota untuk memberikan keterangan mengenai jati dirinya sebelum permohonan bergabung disetujui. Bila seorang administratur milis menyetujui permohonan untuk bergabung, biasanya tak lama kemudian akan dikirimkan informasi mengenai tatacara pengiriman email dan keterangan-keterangan lainnya tentang milis tersebut; tujuan milis, yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, cara keluar dari milis, alamat email administratur, dan sebagainya.

                            1. Netiket
                           

                                Sementara orang mungkin berpikir, karena email hanya berbentuk tulisan dan  bisa saja kita memalsukan identitas diri, maka tentu kita bisa menulis tentang apa saja kepada siapa saja dengan cara apa saja. Bukankah internet adalah kebebasan ? 

                                Pada kenyataannya komunitas orang-orang yang menggunakan internet,  khususnya email, telah mengembangkan etiket yang berkenaan dengan konvensi mengenai kepantasan tindak tanduk dalam berkomunikasi. Konvensi ini disebut dengan netiquette atau netiket. 

                                Memang tidak ada satu rumusan netiket yang pasti dan diberlakukan secara universal, akan tetapi secara umum dari beberapa sumber pada dasarnya memiliki kesamaan. Beberapa poin penting mengenai netiket di antaranya : 

                            1. Tidak menulis email dengan menggunakan huruf besar semua. Email yang keseluruhan pesannya ditulis dengan huruf besar dapat dipersepsikan sebagai berteriak.
                            2. Menggunakan emoticon / smiley (dijelaskan pada bagian lampiran) bila kita ingin mengindikasikan emosi kita pada orang lain. Ini perlu untuk menghindari kesalahpahaman.
                            3. Mempertimbangkan dengan baik-baik apa yang ditulis. Tidak semua orang atau milis bisa menerima ekspresi yang keras. Paling aman adalah bersikap netral dan tidak berapi-api.
                            4. Tidak melampirkan file apapun pada email sebelum ada kesediaan dari calon penerima email. Ini terutama berlaku pada milis, karena apa yang kita kirimkan akan diterima oleh banyak orang. Hampir semua milis melarang anggotanya untuk mengirimkan email dengan attachment.
                            5. Hanya menggunakan email dengan format plain text bila mengirim email ke discussion list.
                            6. Bila kita ingin memberitahu keberadaan sebuah website yang menarik pada orang lain, jangan memuat seluruh isi website itu. Cukup tulis saja alamatnya.
                            7. Tidak mempromosikan apapun ke dalam milis yang sifatnya bisnis, menjual barang, atau menawarkan jasa - kecuali ada izin dari moderator milis atau jika milis tersebut memang memungkinkan seseorang untuk melakukan itu.
                            8. Sebuah milis hanya mengizinkan anggotanya untuk menulis email dengan topik tertentu, yang berkaitan dengan misi milis atau tujuan milis. Kita selalu dihimbau untuk tidak menulis email yang isinya sembarangan. Sebuah milis pada umumnya bersifat spesifik.
                            9. Bila menjawab sebuah email, baik japri maupun ke sebuah milis, jangan menyertakan seluruh isi dari email sebelumnya. Editlah sedemikian rupa sehingga hanya bagian-bagian penting saja dari email lama yang dipertahankan, yaitu yang akan anda tanggapi.
                            1. Email Abuse
                           

                                Ternyata internet belum menjadi tempat yang sangat aman, termasuk juga dalam kaitannya dengan email. Meskipun yang terjadi nampaknya hanya sekedar ‘kirim-mengirim tulisan’ namun perlu diwaspadai bahwa di situ pun terdapat peluang penyalahgunaan dalam berbagai bentuknya. Untuk keperluan identifikasi dan antisipasi terhadap email abuse yang mungkin menimpa kita, berikut ini saya jelaskan beberapa di antaranya : 

                            1. Spamming

                               Spamming menunjuk pada pengiriman email yang ditujukan kepada orang-orang yang tidak menghendaki atau memintanya. Jumlah email yang dikirimkan bisa hanya satu, bisa pula hingga ratusan bahkan ribuan. Penerimanya pun bisa sekaligus ratusan atau kalau perlu ribuan orang sekaligus. Isi email spamming biasanya sama. Percuma saja kita membukanya satu-satu karena isinya sama semuanya. Dalam bentuknya yang parah spamming kadang disebut juga flooding, maksudnya si pengirim membanjiri emailbox seseorang sehingga akhirnya jumlah totalnya melebihi kuota alokasi ruangan yang diperuntukkan bagi emailbox tersebut. Akibatnya adalah emailbox tidak bisa diakses sama sekali, hilangnya email-email penting, bahkan merusak sebuah email server, sehingga mengakibatkan apa yang disebut denial of service (suatu keadaan di mana server tidak memberikan respon terhadap perintah yang diberikan kepadanya).

                               Apa yang bisa kita lakukan menghadapi spamming ? Kalau email yang sama datang secara berulang-ulang pada waktu yang tidak bersamaan, kita dapat mengatasinya dengan membuat semacam filter. Pada Outlook Express terdapat fasilitas yang memungkinkan kita untuk tidak men-download (dan langsung menghapus) email dengan alamat tertentu yang kita spesifikasikan sebelumnya. Namun apabila datangnya spamming mendadak dan membuat kita tiba-tiba harus men-download ribuan email, segera putuskan hubungan internet dan hubungi ISP tempat di mana kita mendapatkan account email. 

                            1. Spoofing

                               Pengertian spoofing adalah penyalahgunaan alamat email oleh orang lain. Bila kita menjadi korban spoofing maka akan ada orang lain yang seolah-olah menerima email dari kita, padahal sebenarnya orang lain yang mengirimkan email tersebut. Ini adalah jenis email abuse yang paling berbahaya karena kita tidak akan pernah tahu bahwa kita telah menjadi korban, sampai orang lain akhirnya menghubungi kita dengan marah atau protes. Variasi dari spoofing adalah alamat email yang kita miliki tanpa sepengetahuan kita didaftarkan pada berbagai milis, sehingga kita tiba-tiba menerima email banyak sekali secara terus menerus. Yang ini sekarang sudah jarang terjadi karena banyak fasilitas milis kini mempunyai mekanisme tertentu yang mampu meminimalisir terjadinya hal semacam ini.

                               Apa yang bisa kita lakukan bila kita tahu telah menjadi korban spoofing ? Jawabannya adalah, tidak ada ! Bila hal itu sudah terjadi sekurangnya hal yang bisa kita lakukan adalah dengan menyakinkan si penerima email bahwa kita tidak pernah mengirim email itu. Hal ini sebenarnya secara teknis bisa dibuktikan karena setiap email membawa identitas dari server mana email tersebut dikirimkan, meskipun bisa mungkin bisa juga seorang spoofer yang cerdik mampu menghindari hal ini. Uraian mengenai hal ini barangkali akan terlalu teknis sehingga tidak saya sajikan di sini.

                               Apa yang sebenarnya perlu adalah melakukan antisipasi. Antisipasi dapat dilakukan antara lain dengan :

                          • Memiliki account email lebih dari satu. Barangkali satu account email kita gunakan untuk kepentingan umum (mengikuti milis, dsb) dan satu account lagi untuk kepentingan pribadi.
                          • Tidak terlalu mencerminkan nama diri pada user name. Ketika kita mendaftarkan diri pada ISP untuk mendapatkan account email barangkali yang segera terbayang akan kita jadikan user name adalah nama kita sendiri. Dalam hal ini ternyata tidak selalu bijaksana untuk menggunakan nama jelas kita sebagai user name, apalagi bila kita adalah seorang public figure. Kita tentu bisa menggunakan singkatan, julukan, nickname, atau bahkan kombinasi angka.
                           

                            Biasanya orang jahat bisa menujukan email spamming / spoofing -nya kepada kita karena ia mengidentifikasi alamat email kita dari milis-milis umum atau karena ia berhasil menembus email server dan memiliki akses pada setiap emailbox yang ada di dalamnya. Bila yang terakhir terjadi, berarti itu adalah kelemahan ISP.  

                            1. Virus Melalui Email (?)

                               Dari waktu ke waktu orang mempertanyakan apakah virus bisa menyebar melalui email. Yang pasti tidak mungkin email dapat menularkan virus bila format emailnya adalah plain text. Bagaimana dengan HTML ? Memang pernah terdengar kabar ada virus yang bisa ‘ditempelkan’ pada email dengan format HTML, tapi hingga kini saya belum pernah mendengar kabar lagi mengenai hal ini, apalagi mengalaminya.

                               Virus memang dapat menyebar melalui email, tapi tidak melalui emailnya itu sendiri, melainkan melalui attachment yang dibawa oleh email tersebut. Sebagai peringatan umum, ada baiknya bila kita bersikap ekstra hati-hati pada semua attachment yang memiliki akhiran (extension) EXE atau COM. Bila anda harus membukanya, ada baiknya untuk men-save attachment tersebut di tempat yang aman, lalu kita periksa menggunakan program antivirus untuk menentukan apakah file tersebut adalah virus atau mengandung virus. Akhir-akhir ini kita pun dihimbau untuk juga berhati-hati membuka file dengan extension DOC (Microsoft Word) karena ternyata virus dapat disusupkan ke dalamnya. 

                            1. Hoax

                               Hoax adalah email yang isinya tipuan, menakut-nakuti, atau menjanjikan pada kita sesuatu yang sebenarnya mustahil. Tidak semua informasi yang dikirimkan lewat email adalah benar. Contoh yang pernah terjadi adalah email yang isinya : 

                          • meminta kita untuk mem-forward / meneruskan sebuah email ke beberapa orang lain, karena bila tidak nyawa kita akan terancam,
                          • make money fast ! ajakan kepada kita untuk ikut serta dalam arisan dengan menggunakan email berantai,
                          • menghimbau kita hati-hati menggunakan komputer yang menggunakan prosesor buatan Intel karena komputer kita akan dimata-matai (ini sebenarnya adalah joke - intel = mata-mata),
                          • peringatan untuk tidak membuka email dengan subject tertentu karena berisi virus (yang justru membuat kita penasaran); sekali lagi, email tidak bisa ditumpangi virus, yang bisa adalah attachment-nya.
                            1. Menggunakan Email Secara Efektif / Efisien
                           

                                Bila hal-hal yang mendasar dalam teknis pengiriman dan penerimaan email telah dikuasai, maka yang berikutnya harus diupayakan adalah bagaimana menggunakan email secara efektif dan efisien. Sebenarnya seiring dengan semakin seringnya seseorang menggunakan email, lambat laun cara penggunaanmua yang efektif akan ditemukan sendiri. Akan tetapi tentu ada baiknya bila di sini disajikan beberapa poin yang dapat mempersingkat pengalaman. 

                                Beberapa tip penggunaan email secara efektif dan efisien antara lain : 

                            1. Menulis semua email secara offline

                               Banyak sekali yang baru pertama kali menggunakan email menyusun emailnya ketika pada saat yang bersamaan komputer terhubungkan dengan internet. Cara ini tentu saja memboroskan pulsa telpon, apalagi bila email yang ditulis sangat panjang atau yang akan dibuat lebih dari satu email. Cara yang tepat adalah dengan menuliskan semua email yang akan dibuat dalam keadaan offline atau tidak terkoneksi ke internet. Katakanlah ada 10 email yang akan kita buat. Setelah selesai semuanya baru kita kirimkan secara bersama-sama. Ini jauh lebih cepat dan lebih irit pulsa telpon (caranya akan diperagakan langsung). 

                            1. Singkat dan padat lebih efektif

                               Meskipun dengan email kita bisa berdiskusi, akan tetapi harus dicatat bahwa email kurang cocok untuk pesan yang sangat panjang. Banyak netter yang mengikuti banyak milis dan ketika menemui email yang isinya panjang kecenderungannya adalah timbulnya rasa malas untuk membacanya. Akibatnya tentu tanggapan yang diberikan tidak akan kritis. Oleh karena itu lebih bijaksana bila kita mengirimkan email yang isinya pendek saja, namun sudah cukup untuk mengungkapkan gagasan kita.

                               Seberapa pendek ? Itu sangat relatif, yang jelas tidak sampai terlalu panjang sehingga berlarat-larat … J Yang dimaksud dengan diskusi di sini jangan dipahami sebagai suatu interaksi yang diawali dengan pengiriman makalah, misalnya. Diskusi bisa sering terjadi dengan diawali oleh sebuah lontaran isu, dan sebuah isu tidak perlu berupa makalah. 
                             
                             

                            1. Baris yang tidak terlalu panjang

                               Kebanyakan email clients tidak secara otomatis melipat baris-baris tulisan yang panjang pada sebuah email. Ini berarti jika orang lain menggunakan email client yang memiliki perbedaan cara melipat baris tulisan, orang tersebut akan harus melakukan scroll ke kanan, dan itu mungkin tidak nyaman bagi beberapa orang. Oleh karena itu tulislah email dengan pengaturan baris yang tidak terlalu panjang (caranya akan diperagakan langsung). 

                            1. Mengedit sebelum me-reply

                               Selain berkaitan dengan netiket, hendaknya dikembangkan etos untuk selalu rapih dalam mengirim email. Hal ini mudah diucapkan dan sering dihimbaukan, akan tetapi pada prakteknya terlalu banyak orang seenaknya sendiri. Bila semua orang dalam sebuah milis melakukan hal yang sama, tentu komunikasi bisa lebih lancar. Kita tentu akan pusing membaca email yang berantakan, terutama bila email itu adalah tanggapan kesekian kalinya dari sebuah isu. Dengan mengedit dimaksudkan menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu ditanggapi dan merapihkan lay out tulisan (caranya akan diperagakan langsung). 

                            1. Subject yang deskriptif

                               Setiap email memiliki judul. Kadang-kadang judul email sangat tidak mencerminkan isinya atau nilai kepentingannya. Bila demikian halnya boleh jadi orang akan enggan membacanya, mungkin bahkan menghapusnya sebelum membukanya. Ini terutama berlaku pada orang yang mengikuti banyak sekali milis. Usahakan selalu memilih judul yang singkat tapi deskriptif. Pada beberapa milis kadang ditemui bahwa bila kita akan mengirimkan email yang isinya tidak langsung berkaitan dengan topik diskusi, sebelum subject dituliskan “OOT”, singkatan dari Out Of Topic. 

                            1. Mengelompokkan email

                               Pada Outlook Express terdapat beberapa folder default (yang pasti ada), yaitu inbox, outbox, send items, deleted items, dan draft. Sebenarnya kita bisa membuat folder-folder lain untuk mengelompokkan email-email yang kita terima. Dengan demikian bila kita masih ingin menyimpan email yang sudah kita baca, kita dapat memindahkannya ke folder-folder yang sudah kita buat. Bila kita mengikuti banyak milis bisa juga dibuat agar email yang masuk langsung disalurkan ke folder yang khusus berisi email-email dari milis tertentu. Ini akan sangat meningkatkan kenyamanan kita mengelola email, karena tidak semuanya masuk ke inbox (caranya akan diperagakan langsung). 

                            1. Menghindari penerimaan attachment berukuran besar

                               Seperti telah disinggung di muka email tidak hanya bisa menyampaikan tulisan, tapi juga bisa dilampiri oleh file, apakah itu file dokumen lain, file program, gambar, suara, video klip, atau apa saja sepanjang bentuknya file. Kadang-kadang bila kita mengikuti banyak milis atau kenalan kita di internet sudah banyak, ada saja orang yang mengirimkan file dengan attachment besar. Akibatnya waktu yang diperlukan untuk men-downloadnya lama sekali. Ini bisa kita hindarkan dengan memasang filter khusus. Pada Outlook Express tersedia sarana untuk membatasi ukuran email yang bisa diterima. Bila ada email yang ukurannya melebihi batas yang ditetapkan maka email tersebut akan dihapus di server, sehingga tidak akan kita download (caranya akan diperagakan langsung). 

                            1. Dokumentasi email yang telah terkirim

                               Ini hanya untuk mengingatkan saja. Semua email yang telah kita kirimkan disimpan dalam folder sent items. Dengan demikian kita bisa memiliki catatan mengenai apa saja yang kita tulis, kepada siapa saja kita mengirim email, pada tanggal dan jam berapa. Bila anda tidak ingin menyimpan apa yang telah anda kirimkan, kliklah folder sent items lalu hapus email yang dimaksud. Bila sebuah email dihapus (pada folder manapun kecuali folder deleted items) email tersebut tidak akan hilang, tetapi hanya dipindahkan ke folder deleted items. Bila anda ingin benar-benar menghapusnya, yang harus dilakukan adalah menghapusnya lagi dari folder deleted items. Email yang sudah dihapus dari folder deleted items tidak dapat dikembalikan lagi (caranya akan diperagakan langsung). 

                            1. Mengkoleksi alamat email

                               Dari sekian banyak kenalan kita atau milis yang mungkin kita akan ikuti, apakah kita akan menghafalkan semua alamatnya ? Tentu tidak. Outlook Express menyediakan buku alamat / address book. Kita dapat menyimpan alamat-alamat email penting ke dalamnya hanya dengan beberapa klik mouse. Sebuah kebiasaan yang baik adalah bila kita menerima email yang berisi CC dan kebetulan alamat yang ada di bagian CC adalah alamat email dari lembaga atau orang yang penting, kita dapat memasukkannya ke dalam address book. Siapa tahu suatu saat kita punya kebutuhan untuk mengontaknya (caranya akan diperagakan langsung). 

                            1. Jam dan tanggal sistem komputer

                               Setiap email memiliki jam dan tanggal yang memberitahu kita kapan email tersebut dikirimkan dari sebuah komputer. Sebuah email client memperoleh informasi jam dan tanggal tersebut dari sistem operasi yang digunakan. Oleh karena itu ada baiknya kita selalu mencocokkan jam dan tanggal yang ada pada komputer kita. Pada komputer yang tidak kompatibel dengan Y2K barangkali hal ini merupakan masalah, tapi komputer-komputer baru sekarang ini pada umumnya sudah Y2K compliant (cara mencocokkan jam dan tanggal akan diperagakan langsung). 
                             

                          e_MaiL

                          Filed under: iPtEk - Administrator @ 1:17 am

                           Salah satu layanan komunikasi melalui internet adalah email, atau electronic-mail. Yang kita lakukan bila kita berkomunikasi menggunakan e-mail adalah mengetikkan pesan yang akan kita kirim pada program komputer yang dikhususkan untuk keperluan ini (email client), seperti Outlook Express, Netscape Communicator, Eudora, Pegasus, dan lain-lain. Kemudian pesan yang telah selesai disusun kita kirimkan, setelah sebelumnya kita menghubungkan komputer kita dengan internet. Biasanya bersamaan dengan mengirim, kita juga sekaligus mengecek apakah ada pesan yang ditujukan ke alamat kita. Setelah itu kita bisa memutuskan hubungan dengan internet. Bila kita telah terampil mengoperasikan program email yang digunakan, proses tadi dapat berlangsung sangat cepat. Alhasil kita dapat melakukan penghematan pulsa telpon. Mengenai hal ini akan dibahas lebih lanjut nanti. 

                                Karena pengiriman dan penerimaan e-mail ternyata berjalan sangat cepat dan efisien, akhirnya orang berpikir untuk mencari berbagai kemungkinan komunikasi yang bisa dikembangkan melalui medium ini, seperti apa yang disebut dengan distribution list, dan discussion list. Bahkan di antara mereka yang sering menggunakan email telah berkembang konvensi-konvensi pergaulan tertentu, yang sangat penting untuk diketahui oleh para pemula, seperti netiquette, smiley / emoticon, avatar / nickname, dan sebagainya. Akhirnya dengan semakin canggihnya program email yang digunakan, semakin terbuka pula kemungkinan yang lebih luas. Dewasa ini semua email clients mampu menyertakan file pada email yang dikirimkan, sebagai attachment / lampiran. Ini berarti yang dikirimkan oleh email bukan hanya tulisan, tapi bisa juga  suara, gambar, bahkan gambar bergerak. 

                                Tidak ada medium komunikasi yang sempurna. Demikian pula dengan email. Apa yang terjadi sebenarnya adalah pertukaran tulisan elektronik di antara mereka yang memiliki alamat email. Ketidaksempurnaannya adalah bahwa itu semua hanya berupa tulisan ! Akan tetapi justru pada ketidaksempurnaan itulah letak kelebihannya. Yang harus segera disadari kemudian adalah bahwa akhirnya kita akan harus menghargai orang lain lebih karena pikirannya, gagasannya. Bukan karena faktor-faktor lain yang kurang esensial bagi timbulnya sebuah intellectual discourse yang demokratis - hal yang tentu sangat didambakan oleh publik perguruan tinggi. Demi kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia maka harus dikatakan bahwa keberadaan internet di suatu perguruan tinggi adalah conditio sine qua non. Tidak bisa tidak.

                            1. Program Email
                           

                              Program komputer yang digunakan untuk mengirim dan menerima email sangat banyak pilihannya. Barangkali bisa diusahakan suatu pembahasan umum yang mencakup hal-hal mendasar yang dimiliki oleh setiap email clients tersebut, akan tetapi jauh lebih baik bila kita merujuk pada satu email client tertentu supaya kita bisa punya orientasi yang sama. Oleh karena itu dari awal saya ingin menetapkan bahwa program email yang akan dirujuk di sini adalah Outlook Express buatan Microsoft. Mulai dari versi 3, 4.1, 5.0, dan 5.1 email client yang populer ini memiliki prinsip penggunaan dasar yang sama. 

                              Sebagai catatan, dari berbagai forum diskusi / milis mengenai komputer serta informasi yang tersebar di Internet diperoleh informasi bahwa Outlook Express ternyata sering menunjukkan error bug bila program ini digunakan untuk multiple account dan menerima email dalam jumlah banyak. Akan tetapi bila penggunaannya hanya single account, email client ini cukup stabil. Memang harus diakui bahwa tidak ada program komputer yang sempurna. Oleh karena itu patut pula dipertimbangan email clients alternatif seperti Eudora Pro, Eudora Light, Becky, Calypso, QuickMail Pro, The Bat!, dan lain-lain. Masing-masing program memiliki kelebihan sendiri-sendiri dengan fitur yang berbeda-beda. Semuanya dapat dicari dan diambil secara gratis di Internet melalui alamat seperti, www.download.com  atau  http://tucows.cyberway.com.sg

                            1. Cara Kerja Email
                           

                              Sama halnya dengan surat biasa (snail mail) yang harus melewati beberapa kantor pos sebelum sampai ke tujuannya, begitu dikirimkan oleh seseorang melalui komputer yang tersambung ke internet sebuah email masuk ke beberapa komputer lain di sepanjang jaringan internet. Komputer-komputer itu disebut dengan email server. Ketika email tersebut sampai ke server yang menjadi tujuan (seperti yang ditunjuk pada alamat email - kepada siapa kita menulis email) email tersebut disimpan pada sebuah emailbox. Si pemilik alamat email baru bisa mendapatkan email itu kalau yang bersangkutan mengecek emailbox-nya. Jadi, tidak benar kalau dibayangkan bahwa untuk bisa menerima email kita harus terhubung terus menerus dengan internet. 

                              Untuk bisa menerima email kita mesti memiliki sebuah account pada suatu email server, yang tentu berada pada sebuah ISP (Internet Service Provider). Ini sama dengan bila kita memiliki alamat rumah kita. Hanya bedanya, bila pada snail mail kita hanya bisa menerima surat manakala kita berada di alamat kita, sedangkan pada email, kita  bisa menerimanya  di mana  saja kita berada. Misalnya saya bisa mengecek email-email yang datang ke alamat email saya tomita@bdg.centrin.net.id - yang normal-nya saya buka di Bandung, ketika saya sedang  berada  di  Bali atau di Amerika sekalipun. Bagaimana hal ini bisa dijelaskan ? 

                              Hal itu bisa dilakukan karena bila kita bisa mengkontak sebuah email server di mana kita punya account email, maka kita bisa mengambil / men-download semua email yang ditujukan kepada alamat email yang kita miliki. Untuk itu kita mesti memperhatikan protokol penerimaan dan pengiriman email. Protokol di sini maksudnya adalah sebuah prosedur standard untuk mengatur transmisi data di antara komputer-komputer. Untuk pengiriman, protokolnya adalah SMTP, singkatan dari Simple Mail Transfer Protocol; untuk penerimaan, protokolnya adalah POP singkatan dari Post Office Protocol. Setiap email server memiliki SMTP dan POP yang berbeda-beda.  

                              Bila kita bisa menguasai cara mengontak SMTP dan POP dari lokasi yang berbeda, sebenarnya ini bisa mengatasi masalah kepemilikan komputer dan koneksi internet. Bila kita tidak memiliki sendiri komputer dan koneksi ke internet, kita masih bisa men-download email yang ditujukan kepada alamat email kita. Alternatif untuk itu misalnya (1) menggunakan email client yang mampu menangani lebih dari satu account (multiple account) -  bisa saja kita nebeng komputer teman atau komputer kampus; atau (2) men-download email di cybercafe atau rental-rental komputer yang kini bertebaran di mana-mana.

                            1. Anatomi Alamat Email
                           

                              Bilamana kita membaca alamat sebuah snail mail, kita bisa membayangkan seberapa jauh lokasi si pengirim surat dari kita. Pertanyaannya adalah, apa yang bisa kita pahami dari sebuah alamat email ? 

                              Alamat email terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan tanda axon / @. Misalnya alamat : 

                              tomita@bdg.centrin.net.id 

                          Di sebelah kiri @ disebut user name (tomita), yang menunjuk pada identitas si pemilik alamat email. User name bisa merupakan nama si pemilik, singkatan nama, nickname,  nomor, atau apapun juga. User name juga menjadi nama bagi emailbox yang dimiliki seseorang di sebuah mail server.  

                          Di sebelah kanan @ (bdg.centrin.net.id) disebut domain name, yang menunjukkan identitas mail server di mana seorang user memiliki emailbox. Domain name biasanya menunjukkan nama perusahaan atau organisasi pemilik sebuah account. Misalnya : 

                                liputan6@sctv.co.id (crew acara Liputan6 di SCTV)

                              Selain itu, dari bagian paling belakang dari sebuah email kita bisa memperoleh beberapa dugaan mengenai pemiliknya.  

                          • .com, biasanya ini dimiliki oleh perusahaan komersial atau usaha bisnis lainnya,
                          • .edu, biasanya menunjukkan bahwa pemiliknya adalah sebuah universitas atau institusi pendidikan, seperti humas@maranatha.edu
                          • .gov, dimiliki oleh instansi pemerintah,
                          • .mil, dimiliki instansi militer,
                           

                          Bagi email server yang letaknya di luar Amerika, seringkali alamat emailnya diberi identitas sesuai nama negaranya. Sebagai contoh id (Indonesia), au (Australia), uk (United Kingdom), ca (Canada), nz (New Zaeland), dan sebagainya.

                            1. Jenis Email
                           
                              1. Dari Mekanismenya

                              Dalam perkembangannya, email ternyata tidak hanya seperti yang dideskripsikan pada bagian II. Lebih detil, dari mekanisme pengiriman dan penerimaannya terdapat beberapa jenis sebagai berikut : 

                            • POP Email

                                 Email jenis ini adalah persis seperti yang telah dijelaskan pada bagian II di atas. POP singkatan dari Post Office Protocol. Jadi, jalan yang dilalui sebuah email mirip dengan yang dialami oleh sebuah snail mail, yang mesti melewati beberapa kantor pos perantara sebelum akhirnya sampai ke tujuan. Akan halnya dengan email, sebuah email akan melewati beberapa komputer yang berperan sebagai router atau email server, sebelum akhirnya tiba pada email server yang ada pada ISP di mana alamat email kita terdaftar. 

                            • Web-based Email / email gratis

                                 Web-based Email, atau email berbasis web dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan jasa email kepada orang yang memiliki akses internet, tetapi tidak memiliki account email sendiri, atau yang dimiliki bukan akses ke email server, tapi ke sebuah web server.

                                 Jadi, orang yang akan mengirimkan email pertama-tama harus mengikuti prosedur untuk membuat sebuah account email yang pada umumnya disediakan secara gratis. Setelah selesai kita akan memiliki sebuah account email dengan user name yang telah kita tentukan dan domain name yang sudah ditetapkan oleh si pemberi jasa email gratis ini, termasuk dengan password.

                                 Bila kita akan menulis sebuah email, email tersebut tidak ditulis pada email client yang konvensional tapi pada sebuah kolom / halaman khusus yang disediakan untuk itu. Pada kolom / halaman tersebut sudah lengkap tersedua bagian-bagian yang bisa diklik, untuk mengirimkan, menyimpan, dan sebagainya.

                              Bila kita akan mengecek apakah ada email yang ditujukan untuk kita maka kita akan harus masuk ke bagian inbox yang tentu disediakan di halaman tertentu di website yang memberikan jasa email semacam ini.

                                 Sekali lagi, semuanya tidak menggunakan email client, seperti yang saya tulisakan di atas, tapi fasilitas yang dibuat khusus pada sebuah website. Contoh untuk ini banyak sekali, seperti hotmail.com, yahoo.com, mailexcite.com, astaga.com, dan sebagainya.

                                    

                            • Email Forwarder

                                 Email Forwarder adalah sebuah fasilitas yang dulu banyak tersedia secara gratis, tapi kini sudah banyak yang komersial, dalam arti menuntut kita untuk membayar sejumlah uang tertentu.

                                 Pengertian email forwarder adalah sebuah cara untuk membuat alias dari alamat email kita yang sebenarnya. Sebagai contoh, alamat email saya yang sebenarnya adalah tomita@bdg.centrin.net.id, akan tetapi saya masih bisa menerima email dari manapun juga yang dialamatkan ke agnolia@bigfoot.com pada inbox untuk alamat email saya yang asli. Dalam hal ini agnolia@bigfoot.com adalah sebuah email forwarder, karena semua email yang ditujukan kepada alamat itu akan diteruskan lagi ke alamat yang sebenarnya (tomita@bdg.centrin.net.id).

                                 Orang menggunakan email forwarder dengan berbagai macam alasan. Mungkin alamat email yang sebenarnya dirasakan terlalu jelas menunjukkan identitas seseorang, seperti ISP yang digunakan, atau negara asal pengirim. Alasan lain boleh jadi adalah bila seseorang ingin anonim dalam sebuah forum diskusi tertentu, atau mungkin menggunakan sebuah email forwarder dan dengan identitas yang sama sekali lain. Ada pula yang menggunakan email forwarder untuk menghindari kemungkinan menerima spamming (lihat bagian Email Abuse di bagian VII). 

                                1. Dari Segi Format Isi
                               

                                    Pengertian format isi di sini adalah bagaimana penampakan visual sebuah pesan email. Ada dua macam yaitu : 

                              • Plain Text

                                   Dengan plain text, dimaksudkan bahwa tulisan yang kita ketikkan hanya berupa data dalam format ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Tulisan yang disajikan dalam format plain text sama sekali tidak memungkinkan kita untuk membuat modifikasi pada tampilan visualnya, seperti membuat tebal, atau membuat miring sebuah teks, mengganti warna, ukuran huruf, latar belakang, atau membubuhkan hiasan-hiasan tertentu. 

                              • HTML

                                   HTML singkatan dari HyperText Mark-up Language, yaitu sebuah bahasa standard yang digunakan untuk menampilkan / mengatur penampilan materi-materi informasi di internet. Email yang ditulis dengan menggunakan format HTML akan memungkinkan isinya disusun secara variatif, mulai dari pengaturan huruf, warna, lay out, sampai peletakan gambar. 

                                    Seringkali bila kita mengirim email ke sebuah forum diskusi / milis ada himbauan untuk hanya mengirimkan email dalam format plain text saja. Hal ini disebabkan biasanya email dalam format HTML memiliki ukuran yang lebih besar dari yang berformat plain text. Alasan lain adalah karena tidak semua orang dalam sebuah milis menggunakan email client yang bisa menampilkan HTML, sehingga ketika sebuah email HTML dibuka, isinya hanya serangkaian kode-kode yang tidak bisa dipahami sama sekali. Sebenarnya hampir semua email client dewasa ini sudah mendukung format HTML, sehingga kini jarang ditemui keluhan seseorang yang tidak bisa membaca sebuah email, hanya karena email yang dibacanya itu dibuat dalam format HTML. Banyak orang yang memang tidak peduli apakah plain text atau HTML, tapi pertanyaannya ; bila dengan format yang sederhana saja sudah bisa menyampaikan pesan, mengapa mesti dengan HTML ?

                                1. Variasi Bentuk Komunikasi Dengan Email
                               

                                    Dalam beberapa hal email memang meniru snail mail, meskipun jelas email memiliki banyak kelebihan lain. Ini terlihat jelas pada kemungkinan bentuk komunikasi yang bisa dilakukan dengan email. Sekurang-kurangnya ada lima macam, yaitu : 

                                    1. Point to Point

                                       Maksudnya adalah mengirimkan email langsung ke sebuah alamat tertentu. Di Indonesia terdapat kesepakatan di antara mereka yang sering berkirim email bahwa cara ini dinamakan japri, singkatan dari jalur pribadi. 

                                        1. Carbon Copy / CC

                                           Pengertian carbon, di sini analog dengan bila kita mengetik surat (dengan mesin tik konvensional!) menggunakan kertas karbon untuk mendapatkan salinannya. Maksudnya adalah sebuah email, selain ditujukan ke sebuah alamat utama juga dikirimkan tembusannya ke alamat lain. Biasanya alamat utama kita tuliskan pada bagian yang diawali dengan “TO”, sedangkan alamat tembusannya kita tuliskan pada bagian “CC”. 

                                            1. Blind Carbon Copy / BCC

                                               Ini adalah variasi dari CC. Orang yang menerima email yang alamatnya dituliskan pada bagian “TO” oleh si pengirim, bisa melihat kepada siapa atau kepada alamat email mana saja email tersebut dikirimkan sebagai tembusan.  Ini karena ia bisa langsung melihat pada bagian “CC”. Kadang-kadang ada kebutuhan untuk mengirimkan sebuah email kepada seseorang tapi kita tidak ingin orang tersebut tahu bahwa kita juga mengirimkan tembusannya kepada alamat orang lain. Untuk itulah digunakan BCC. Beberapa email client menyediakan bagian “BCC”, selain “TO” dan “CC”. Pada Outlook Express ver. 5.01 bagian BCC baru bisa tampak bila kita masuk ke sebuah email baru dan mengklik pilihan View dan All Headers.

                                                1. Distribution List

                                                   Pengertian distribution list agak berbeda dengan tiga varian bentuk sebelumnya, karena ini lebih berkenaan dengan pengaturan distribusi email yang dilakukan secara eksternal, artinya tidak terintegrasi dengan email client yang digunakan.

                                                   Yang dimaksud dengan distribution list adalah sebuah cara komunikasi dengan menggunakan email secara satu arah. Biasanya ini dibuat oleh orang yang berkepentingan untuk menyebarluaskan informasi tertentu (pengumuman, berita harian, update mengenai perkembangan suatu proyek, buletin, jurnal, dan sebagainya), akan tetapi tidak mengharapkan adanya respon dari para penerima emailnya. Untuk itu yang harus dilakukan adalah membuat sebuah alamat tertentu khusus untuk keperluan ini. Bila pengelola distribution list mengirimkan sebuah email ke alamat tersebut, maka alamat itu akan mem-forward email tadi ke semua alamat email yang menjadi pelanggan (subscriber) dari distribution list.

                                                   Untuk menjadi pelanggan, biasanya para calon pelanggan diminta untuk mengikuti prosedur tertentu yang ditetapkan oleh si pengelola. Bisa pula si pengelola yang memasukkan alamat email mereka ke database pelanggan secara manual. 

                                                    1. Discussion List

                                                       Discussion list seringkali juga disebut mailing list atau lebih populer dengan milis. Pengertiannya hampir sama dengan distribution list hanya memungkinkan siapa saja yang tergabung menjadi subscriber untuk mengirimkan respon terhadap sebuah email. Akan tetapi belum tentu semua orang bisa begitu saja mengikuti sebuah milis. Kadang-kadang ada milis untuk kalangan yang terbatas, sementara banyak yang terbuka untuk siapa saja.

                                                       Untuk dapat bergabung ke dalam sebuah milis pertama-tama seseorang mesti melakukan proses subscription (mendaftar) dengan suatu prosedur tertentu. Seringkali proses ini tidak memerlukan intervensi seorang administratur yang mengelola milis, baik untuk menyetujui atau menolak permohonan menjadi anggota milis. Milis yang seperti itu tentu adalah sebuah milis yang terbuka bagi siapa saja untuk bergabung.

                                                       Akan tetapi kadang-kadang ada juga milis yang mempersyaratkan calon anggota untuk memberikan keterangan mengenai jati dirinya sebelum permohonan bergabung disetujui. Bila seorang administratur milis menyetujui permohonan untuk bergabung, biasanya tak lama kemudian akan dikirimkan informasi mengenai tatacara pengiriman email dan keterangan-keterangan lainnya tentang milis tersebut; tujuan milis, yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, cara keluar dari milis, alamat email administratur, dan sebagainya.

                                                    1. Netiket
                                                   

                                                        Sementara orang mungkin berpikir, karena email hanya berbentuk tulisan dan  bisa saja kita memalsukan identitas diri, maka tentu kita bisa menulis tentang apa saja kepada siapa saja dengan cara apa saja. Bukankah internet adalah kebebasan ? 

                                                        Pada kenyataannya komunitas orang-orang yang menggunakan internet,  khususnya email, telah mengembangkan etiket yang berkenaan dengan konvensi mengenai kepantasan tindak tanduk dalam berkomunikasi. Konvensi ini disebut dengan netiquette atau netiket. 

                                                        Memang tidak ada satu rumusan netiket yang pasti dan diberlakukan secara universal, akan tetapi secara umum dari beberapa sumber pada dasarnya memiliki kesamaan. Beberapa poin penting mengenai netiket di antaranya : 

                                                    1. Tidak menulis email dengan menggunakan huruf besar semua. Email yang keseluruhan pesannya ditulis dengan huruf besar dapat dipersepsikan sebagai berteriak.
                                                    2. Menggunakan emoticon / smiley (dijelaskan pada bagian lampiran) bila kita ingin mengindikasikan emosi kita pada orang lain. Ini perlu untuk menghindari kesalahpahaman.
                                                    3. Mempertimbangkan dengan baik-baik apa yang ditulis. Tidak semua orang atau milis bisa menerima ekspresi yang keras. Paling aman adalah bersikap netral dan tidak berapi-api.
                                                    4. Tidak melampirkan file apapun pada email sebelum ada kesediaan dari calon penerima email. Ini terutama berlaku pada milis, karena apa yang kita kirimkan akan diterima oleh banyak orang. Hampir semua milis melarang anggotanya untuk mengirimkan email dengan attachment.
                                                    5. Hanya menggunakan email dengan format plain text bila mengirim email ke discussion list.
                                                    6. Bila kita ingin memberitahu keberadaan sebuah website yang menarik pada orang lain, jangan memuat seluruh isi website itu. Cukup tulis saja alamatnya.
                                                    7. Tidak mempromosikan apapun ke dalam milis yang sifatnya bisnis, menjual barang, atau menawarkan jasa - kecuali ada izin dari moderator milis atau jika milis tersebut memang memungkinkan seseorang untuk melakukan itu.
                                                    8. Sebuah milis hanya mengizinkan anggotanya untuk menulis email dengan topik tertentu, yang berkaitan dengan misi milis atau tujuan milis. Kita selalu dihimbau untuk tidak menulis email yang isinya sembarangan. Sebuah milis pada umumnya bersifat spesifik.
                                                    9. Bila menjawab sebuah email, baik japri maupun ke sebuah milis, jangan menyertakan seluruh isi dari email sebelumnya. Editlah sedemikian rupa sehingga hanya bagian-bagian penting saja dari email lama yang dipertahankan, yaitu yang akan anda tanggapi.
                                                    1. Email Abuse
                                                   

                                                        Ternyata internet belum menjadi tempat yang sangat aman, termasuk juga dalam kaitannya dengan email. Meskipun yang terjadi nampaknya hanya sekedar ‘kirim-mengirim tulisan’ namun perlu diwaspadai bahwa di situ pun terdapat peluang penyalahgunaan dalam berbagai bentuknya. Untuk keperluan identifikasi dan antisipasi terhadap email abuse yang mungkin menimpa kita, berikut ini saya jelaskan beberapa di antaranya : 

                                                    1. Spamming

                                                       Spamming menunjuk pada pengiriman email yang ditujukan kepada orang-orang yang tidak menghendaki atau memintanya. Jumlah email yang dikirimkan bisa hanya satu, bisa pula hingga ratusan bahkan ribuan. Penerimanya pun bisa sekaligus ratusan atau kalau perlu ribuan orang sekaligus. Isi email spamming biasanya sama. Percuma saja kita membukanya satu-satu karena isinya sama semuanya. Dalam bentuknya yang parah spamming kadang disebut juga flooding, maksudnya si pengirim membanjiri emailbox seseorang sehingga akhirnya jumlah totalnya melebihi kuota alokasi ruangan yang diperuntukkan bagi emailbox tersebut. Akibatnya adalah emailbox tidak bisa diakses sama sekali, hilangnya email-email penting, bahkan merusak sebuah email server, sehingga mengakibatkan apa yang disebut denial of service (suatu keadaan di mana server tidak memberikan respon terhadap perintah yang diberikan kepadanya).

                                                       Apa yang bisa kita lakukan menghadapi spamming ? Kalau email yang sama datang secara berulang-ulang pada waktu yang tidak bersamaan, kita dapat mengatasinya dengan membuat semacam filter. Pada Outlook Express terdapat fasilitas yang memungkinkan kita untuk tidak men-download (dan langsung menghapus) email dengan alamat tertentu yang kita spesifikasikan sebelumnya. Namun apabila datangnya spamming mendadak dan membuat kita tiba-tiba harus men-download ribuan email, segera putuskan hubungan internet dan hubungi ISP tempat di mana kita mendapatkan account email. 

                                                    1. Spoofing

                                                       Pengertian spoofing adalah penyalahgunaan alamat email oleh orang lain. Bila kita menjadi korban spoofing maka akan ada orang lain yang seolah-olah menerima email dari kita, padahal sebenarnya orang lain yang mengirimkan email tersebut. Ini adalah jenis email abuse yang paling berbahaya karena kita tidak akan pernah tahu bahwa kita telah menjadi korban, sampai orang lain akhirnya menghubungi kita dengan marah atau protes. Variasi dari spoofing adalah alamat email yang kita miliki tanpa sepengetahuan kita didaftarkan pada berbagai milis, sehingga kita tiba-tiba menerima email banyak sekali secara terus menerus. Yang ini sekarang sudah jarang terjadi karena banyak fasilitas milis kini mempunyai mekanisme tertentu yang mampu meminimalisir terjadinya hal semacam ini.

                                                       Apa yang bisa kita lakukan bila kita tahu telah menjadi korban spoofing ? Jawabannya adalah, tidak ada ! Bila hal itu sudah terjadi sekurangnya hal yang bisa kita lakukan adalah dengan menyakinkan si penerima email bahwa kita tidak pernah mengirim email itu. Hal ini sebenarnya secara teknis bisa dibuktikan karena setiap email membawa identitas dari server mana email tersebut dikirimkan, meskipun bisa mungkin bisa juga seorang spoofer yang cerdik mampu menghindari hal ini. Uraian mengenai hal ini barangkali akan terlalu teknis sehingga tidak saya sajikan di sini.

                                                       Apa yang sebenarnya perlu adalah melakukan antisipasi. Antisipasi dapat dilakukan antara lain dengan :

                                                  • Memiliki account email lebih dari satu. Barangkali satu account email kita gunakan untuk kepentingan umum (mengikuti milis, dsb) dan satu account lagi untuk kepentingan pribadi.
                                                  • Tidak terlalu mencerminkan nama diri pada user name. Ketika kita mendaftarkan diri pada ISP untuk mendapatkan account email barangkali yang segera terbayang akan kita jadikan user name adalah nama kita sendiri. Dalam hal ini ternyata tidak selalu bijaksana untuk menggunakan nama jelas kita sebagai user name, apalagi bila kita adalah seorang public figure. Kita tentu bisa menggunakan singkatan, julukan, nickname, atau bahkan kombinasi angka.
                                                   

                                                    Biasanya orang jahat bisa menujukan email spamming / spoofing -nya kepada kita karena ia mengidentifikasi alamat email kita dari milis-milis umum atau karena ia berhasil menembus email server dan memiliki akses pada setiap emailbox yang ada di dalamnya. Bila yang terakhir terjadi, berarti itu adalah kelemahan ISP.  

                                                    1. Virus Melalui Email (?)

                                                       Dari waktu ke waktu orang mempertanyakan apakah virus bisa menyebar melalui email. Yang pasti tidak mungkin email dapat menularkan virus bila format emailnya adalah plain text. Bagaimana dengan HTML ? Memang pernah terdengar kabar ada virus yang bisa ‘ditempelkan’ pada email dengan format HTML, tapi hingga kini saya belum pernah mendengar kabar lagi mengenai hal ini, apalagi mengalaminya.

                                                       Virus memang dapat menyebar melalui email, tapi tidak melalui emailnya itu sendiri, melainkan melalui attachment yang dibawa oleh email tersebut. Sebagai peringatan umum, ada baiknya bila kita bersikap ekstra hati-hati pada semua attachment yang memiliki akhiran (extension) EXE atau COM. Bila anda harus membukanya, ada baiknya untuk men-save attachment tersebut di tempat yang aman, lalu kita periksa menggunakan program antivirus untuk menentukan apakah file tersebut adalah virus atau mengandung virus. Akhir-akhir ini kita pun dihimbau untuk juga berhati-hati membuka file dengan extension DOC (Microsoft Word) karena ternyata virus dapat disusupkan ke dalamnya. 

                                                    1. Hoax

                                                       Hoax adalah email yang isinya tipuan, menakut-nakuti, atau menjanjikan pada kita sesuatu yang sebenarnya mustahil. Tidak semua informasi yang dikirimkan lewat email adalah benar. Contoh yang pernah terjadi adalah email yang isinya : 

                                                  • meminta kita untuk mem-forward / meneruskan sebuah email ke beberapa orang lain, karena bila tidak nyawa kita akan terancam,
                                                  • make money fast ! ajakan kepada kita untuk ikut serta dalam arisan dengan menggunakan email berantai,
                                                  • menghimbau kita hati-hati menggunakan komputer yang menggunakan prosesor buatan Intel karena komputer kita akan dimata-matai (ini sebenarnya adalah joke - intel = mata-mata),
                                                  • peringatan untuk tidak membuka email dengan subject tertentu karena berisi virus (yang justru membuat kita penasaran); sekali lagi, email tidak bisa ditumpangi virus, yang bisa adalah attachment-nya.
                                                    1. Menggunakan Email Secara Efektif / Efisien
                                                   

                                                        Bila hal-hal yang mendasar dalam teknis pengiriman dan penerimaan email telah dikuasai, maka yang berikutnya harus diupayakan adalah bagaimana menggunakan email secara efektif dan efisien. Sebenarnya seiring dengan semakin seringnya seseorang menggunakan email, lambat laun cara penggunaanmua yang efektif akan ditemukan sendiri. Akan tetapi tentu ada baiknya bila di sini disajikan beberapa poin yang dapat mempersingkat pengalaman. 

                                                        Beberapa tip penggunaan email secara efektif dan efisien antara lain : 

                                                    1. Menulis semua email secara offline

                                                       Banyak sekali yang baru pertama kali menggunakan email menyusun emailnya ketika pada saat yang bersamaan komputer terhubungkan dengan internet. Cara ini tentu saja memboroskan pulsa telpon, apalagi bila email yang ditulis sangat panjang atau yang akan dibuat lebih dari satu email. Cara yang tepat adalah dengan menuliskan semua email yang akan dibuat dalam keadaan offline atau tidak terkoneksi ke internet. Katakanlah ada 10 email yang akan kita buat. Setelah selesai semuanya baru kita kirimkan secara bersama-sama. Ini jauh lebih cepat dan lebih irit pulsa telpon (caranya akan diperagakan langsung). 

                                                    1. Singkat dan padat lebih efektif

                                                       Meskipun dengan email kita bisa berdiskusi, akan tetapi harus dicatat bahwa email kurang cocok untuk pesan yang sangat panjang. Banyak netter yang mengikuti banyak milis dan ketika menemui email yang isinya panjang kecenderungannya adalah timbulnya rasa malas untuk membacanya. Akibatnya tentu tanggapan yang diberikan tidak akan kritis. Oleh karena itu lebih bijaksana bila kita mengirimkan email yang isinya pendek saja, namun sudah cukup untuk mengungkapkan gagasan kita.

                                                       Seberapa pendek ? Itu sangat relatif, yang jelas tidak sampai terlalu panjang sehingga berlarat-larat … J Yang dimaksud dengan diskusi di sini jangan dipahami sebagai suatu interaksi yang diawali dengan pengiriman makalah, misalnya. Diskusi bisa sering terjadi dengan diawali oleh sebuah lontaran isu, dan sebuah isu tidak perlu berupa makalah. 
                                                     
                                                     

                                                    1. Baris yang tidak terlalu panjang

                                                       Kebanyakan email clients tidak secara otomatis melipat baris-baris tulisan yang panjang pada sebuah email. Ini berarti jika orang lain menggunakan email client yang memiliki perbedaan cara melipat baris tulisan, orang tersebut akan harus melakukan scroll ke kanan, dan itu mungkin tidak nyaman bagi beberapa orang. Oleh karena itu tulislah email dengan pengaturan baris yang tidak terlalu panjang (caranya akan diperagakan langsung). 

                                                    1. Mengedit sebelum me-reply

                                                       Selain berkaitan dengan netiket, hendaknya dikembangkan etos untuk selalu rapih dalam mengirim email. Hal ini mudah diucapkan dan sering dihimbaukan, akan tetapi pada prakteknya terlalu banyak orang seenaknya sendiri. Bila semua orang dalam sebuah milis melakukan hal yang sama, tentu komunikasi bisa lebih lancar. Kita tentu akan pusing membaca email yang berantakan, terutama bila email itu adalah tanggapan kesekian kalinya dari sebuah isu. Dengan mengedit dimaksudkan menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu ditanggapi dan merapihkan lay out tulisan (caranya akan diperagakan langsung). 

                                                    1. Subject yang deskriptif

                                                       Setiap email memiliki judul. Kadang-kadang judul email sangat tidak mencerminkan isinya atau nilai kepentingannya. Bila demikian halnya boleh jadi orang akan enggan membacanya, mungkin bahkan menghapusnya sebelum membukanya. Ini terutama berlaku pada orang yang mengikuti banyak sekali milis. Usahakan selalu memilih judul yang singkat tapi deskriptif. Pada beberapa milis kadang ditemui bahwa bila kita akan mengirimkan email yang isinya tidak langsung berkaitan dengan topik diskusi, sebelum subject dituliskan “OOT”, singkatan dari Out Of Topic. 

                                                    1. Mengelompokkan email

                                                       Pada Outlook Express terdapat beberapa folder default (yang pasti ada), yaitu inbox, outbox, send items, deleted items, dan draft. Sebenarnya kita bisa membuat folder-folder lain untuk mengelompokkan email-email yang kita terima. Dengan demikian bila kita masih ingin menyimpan email yang sudah kita baca, kita dapat memindahkannya ke folder-folder yang sudah kita buat. Bila kita mengikuti banyak milis bisa juga dibuat agar email yang masuk langsung disalurkan ke folder yang khusus berisi email-email dari milis tertentu. Ini akan sangat meningkatkan kenyamanan kita mengelola email, karena tidak semuanya masuk ke inbox (caranya akan diperagakan langsung). 

                                                    1. Menghindari penerimaan attachment berukuran besar

                                                       Seperti telah disinggung di muka email tidak hanya bisa menyampaikan tulisan, tapi juga bisa dilampiri oleh file, apakah itu file dokumen lain, file program, gambar, suara, video klip, atau apa saja sepanjang bentuknya file. Kadang-kadang bila kita mengikuti banyak milis atau kenalan kita di internet sudah banyak, ada saja orang yang mengirimkan file dengan attachment besar. Akibatnya waktu yang diperlukan untuk men-downloadnya lama sekali. Ini bisa kita hindarkan dengan memasang filter khusus. Pada Outlook Express tersedia sarana untuk membatasi ukuran email yang bisa diterima. Bila ada email yang ukurannya melebihi batas yang ditetapkan maka email tersebut akan dihapus di server, sehingga tidak akan kita download (caranya akan diperagakan langsung). 

                                                    1. Dokumentasi email yang telah terkirim

                                                       Ini hanya untuk mengingatkan saja. Semua email yang telah kita kirimkan disimpan dalam folder sent items. Dengan demikian kita bisa memiliki catatan mengenai apa saja yang kita tulis, kepada siapa saja kita mengirim email, pada tanggal dan jam berapa. Bila anda tidak ingin menyimpan apa yang telah anda kirimkan, kliklah folder sent items lalu hapus email yang dimaksud. Bila sebuah email dihapus (pada folder manapun kecuali folder deleted items) email tersebut tidak akan hilang, tetapi hanya dipindahkan ke folder deleted items. Bila anda ingin benar-benar menghapusnya, yang harus dilakukan adalah menghapusnya lagi dari folder deleted items. Email yang sudah dihapus dari folder deleted items tidak dapat dikembalikan lagi (caranya akan diperagakan langsung). 

                                                    1. Mengkoleksi alamat email

                                                       Dari sekian banyak kenalan kita atau milis yang mungkin kita akan ikuti, apakah kita akan menghafalkan semua alamatnya ? Tentu tidak. Outlook Express menyediakan buku alamat / address book. Kita dapat menyimpan alamat-alamat email penting ke dalamnya hanya dengan beberapa klik mouse. Sebuah kebiasaan yang baik adalah bila kita menerima email yang berisi CC dan kebetulan alamat yang ada di bagian CC adalah alamat email dari lembaga atau orang yang penting, kita dapat memasukkannya ke dalam address book. Siapa tahu suatu saat kita punya kebutuhan untuk mengontaknya (caranya akan diperagakan langsung). 

                                                    1. Jam dan tanggal sistem komputer

                                                       Setiap email memiliki jam dan tanggal yang memberitahu kita kapan email tersebut dikirimkan dari sebuah komputer. Sebuah email client memperoleh informasi jam dan tanggal tersebut dari sistem operasi yang digunakan. Oleh karena itu ada baiknya kita selalu mencocokkan jam dan tanggal yang ada pada komputer kita. Pada komputer yang tidak kompatibel dengan Y2K barangkali hal ini merupakan masalah, tapi komputer-komputer baru sekarang ini pada umumnya sudah Y2K compliant (cara mencocokkan jam dan tanggal akan diperagakan langsung). 
                                                     

                                                  oPeRatInG sYStEm

                                                  Filed under: iPtEk - Administrator @ 1:12 am


                                                   Sistem Operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertanggung jawab mengendalikan langsung dan mengelola perangkat keras dan pengoperasian dasar sistem, termasuk juga menjalankan bermacam aplikasi di atasnya, misalnya pengolah kata atau perambah Web.

                                                  KeRuGiaN Jr.KomPuTeRBerbagai keuntungan dari media-media jaringan telah panjang lebar dijelaskan diatas, akan tetapi kerugian belum disinggung sama sekali. Jaringan dengan berbagai keunggulannya memang sangat membantu sekali kerja dalam suatu perusahaan. Tetapi kerugiannya juga banyak apabila tidak di sadari dari awal. Berikut beberapa kerugian dari implementasi jaringan : · Biaya yang tinggi kemudian semakin tinggi lagi. pembangunan jaringan meliputi berbagai aspek: pembelian hardware, software, biaya untuk konsultasi perencanaan jaringan, kemudian biaya untuk jasa pembangunan jaringan itu sendiri. Infestasi yang tinggi ini tentunya untuk perusahaan yang besar dengan kebutuhan akan jaringan yang tinggi. Sedangkan untuk pengguna rumahan biaya ini relatif kecil dan dapat ditekan. Tetapi dari awal juga network harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada biaya overhead yang semakin membengkak karena misi untuk pemenuhan kebutuhan akan jaringan komputer ini. · Manajemen Perangkat keras Dan Administrasi sistem : Di suatu organisasi perusahaan yang telah memiliki sistem, administrasi ini dirasakan merupakan hal yang kecil, paling tidak apabila dibandingkan dengan besarnya biaya pekerjaan dan biaya yang dikeluarkan pada tahap implementasi. Akan tetapi hal ini merupakan tahapan yang paling penting. Karena Kesalahan pada point ini dapat mengakibatkan peninjauan ulang bahkan konstruksi ulang jaringan. Manajemen pemeliharaan ini bersifat berkelanjutan dan memerlukan seorang IT profesional, yang telah mengerti benar akan tugasnya. Atau paling tidak telah mengikuti training dan pelatihan jaringan yang bersifat khusus untuk kebutuhan kantornya. · Sharing file yang tidak diinginkan : With the good comes the bad, ini selalu merupakan hal yang umum berlaku (ambigu), kemudahan sharing file dalam jaringan yang ditujukan untuk dipakai oleh orang-orang tertentu, seringkali mengakibatkan bocornya sharing folder dan dapat dibaca pula oleh orang lain yang tidak berhak. Hal ini akan selalu terjadi apabila tidak diatur oleh administrator jaringan. · Aplikasi virus dan metode hacking : hal-hal ini selalu menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang, mengakibatkan network down dan berhentinya pekerjaan. Permasalahan ini bersifat klasik karena system yang direncanakan secara tidak baik. Masalah ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab keamanan jaringan. KeRuGiaN JR.KOmPuTeR

                                                  Filed under: iPtEk - Administrator @ 1:10 am

                                                  Berbagai keuntungan dari media-media jaringan telah panjang lebar dijelaskan diatas, akan tetapi kerugian belum disinggung sama sekali. Jaringan dengan berbagai keunggulannya memang sangat membantu sekali kerja dalam suatu perusahaan. Tetapi kerugiannya juga banyak apabila tidak di sadari dari awal. Berikut beberapa kerugian dari implementasi jaringan  :

                                                   

                                                  ·        Biaya yang tinggi kemudian semakin tinggi lagi. pembangunan jaringan meliputi berbagai aspek: pembelian hardware, software, biaya untuk konsultasi perencanaan jaringan, kemudian biaya untuk jasa pembangunan jaringan itu sendiri. Infestasi yang tinggi ini tentunya untuk perusahaan yang besar dengan kebutuhan akan jaringan yang tinggi. Sedangkan untuk pengguna rumahan biaya ini relatif kecil dan dapat ditekan. Tetapi dari awal juga network harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada biaya overhead yang semakin membengkak karena misi untuk pemenuhan kebutuhan akan jaringan komputer ini.

                                                  ·        Manajemen Perangkat keras Dan Administrasi sistem : Di suatu organisasi perusahaan yang telah memiliki sistem, administrasi ini dirasakan merupakan hal yang kecil, paling tidak apabila dibandingkan dengan besarnya biaya pekerjaan dan biaya yang dikeluarkan pada tahap implementasi. Akan tetapi hal ini merupakan tahapan yang paling penting. Karena Kesalahan pada point ini dapat mengakibatkan peninjauan ulang bahkan konstruksi ulang jaringan. Manajemen pemeliharaan ini bersifat berkelanjutan dan memerlukan seorang IT profesional, yang telah mengerti benar akan tugasnya. Atau paling tidak telah mengikuti training dan pelatihan jaringan yang bersifat khusus untuk kebutuhan kantornya.

                                                  ·        Sharing file yang tidak diinginkan : With the good comes the bad, ini selalu merupakan hal yang umum berlaku (ambigu), kemudahan sharing file dalam jaringan yang ditujukan untuk dipakai oleh orang-orang tertentu, seringkali mengakibatkan bocornya sharing folder dan dapat dibaca pula oleh orang lain yang tidak berhak. Hal ini akan selalu terjadi apabila tidak diatur oleh administrator jaringan.

                                                  ·        Aplikasi virus dan metode hacking : hal-hal ini selalu menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang, mengakibatkan network down dan berhentinya pekerjaan. Permasalahan ini bersifat klasik karena system yang direncanakan secara tidak baik. Masalah ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab keamanan jaringan.

                                                   

                                                  kLASiFiKaSi JR.KoMpUtEr

                                                  Filed under: iPtEk - Administrator @ 12:38 am

                                                  Klasifikasi jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu :

                                                   

                                                  ·        Local Area Network (LAN)

                                                  Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

                                                   

                                                  ·        Metropolitan Area Network (MAN)

                                                  Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

                                                   

                                                  ·        Wide Area Network (WAN)

                                                  Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

                                                   

                                                  ·        Internet

                                                  Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

                                                  KeUnTuNgAn JR.KomPuTeR

                                                  Filed under: iPtEk - Administrator @ 12:36 am

                                                  Keuntungan utama yang langsung terasa dari network sharing itu adalah, Internet yang mendunia, karena pada hakikatnya Internet itu  sendiri  adalah  serangkaian  komputer (ribuan bahkan jutaan komputer) yang saling terhubung satu sama lain. Berevelusi dan berkembang dari waktu ke waktu, sehingga membentuk satu jaringan kompleks seperti yang kita rasakan sekarang ini.

                                                  JaRiNgaN KomPuTeR 2

                                                  Filed under: Uncategorized - Administrator @ 12:34 am

                                                  1. Pendahuluan

                                                  Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep "downsizing" maupun "lightsizing" yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.

                                                  2. Sejarah Jaringan

                                                  Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.

                                                  Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.


                                                  Gambar 1. Jaringan komputer model TSS.

                                                  Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.


                                                  Gambar 2. Jaringan komputer model distributed processing.

                                                  Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.

                                                  3. Model referensi OSI dan Standarisasi

                                                  Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.

                                                  Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet bisa dilihat dalam Tabel 1.

                                                  Table 1. Hubungan referensi model OSI dengan protokol Internet.

                                                  Model OSI

                                                  TCP/IP

                                                  Protokol TCP/IP

                                                  No

                                                  Lapisan

                                                   

                                                  Nama Protokol

                                                  Kegunaan

                                                  7

                                                  Aplikasi

                                                  Aplikasi

                                                  DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

                                                  Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas

                                                  DNS (Domain Name Server)

                                                  Data base nama domain mesin dan nomer IP

                                                  FTP (File Transfer Protocol)

                                                  Protokol untuk transfer file

                                                  HTTP (HyperText Transfer Protocol)

                                                  Protokol untuk transfer file HTML dan Web

                                                  MIME (Multipurpose Internet Mail Extention)

                                                  Protokol untuk mengirim file binary dalam bentuk teks

                                                  NNTP (Networ News Transfer Protocol)

                                                  Protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup

                                                  POP (Post Office Protocol)

                                                  Protokol untuk mengambil mail dari server

                                                  SMB (Server Message Block)

                                                  Protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows

                                                  6

                                                  Presentasi

                                                  SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

                                                  Protokol untuk pertukaran mail

                                                  SNMP (Simple Network Management Protocol)

                                                  Protokol untuk manejemen jaringan

                                                  Telnet

                                                  Protokol untuk akses dari jarak jauh

                                                  TFTP (Trivial FTP)

                                                  Protokol untuk transfer file

                                                  5

                                                  Sessi

                                                  NETBIOS (Network Basic Input Output System)

                                                  BIOS jaringan standar

                                                  RPC (Remote Procedure Call)

                                                  Prosedur pemanggilan jarak jauh

                                                  SOCKET

                                                  Input Output untuk network jenis BSD-UNIX

                                                  4

                                                  Transport

                                                  Transport

                                                  TCP (Transmission Control Protocol)

                                                  Protokol pertukaran data beroriantasi (connection oriented)

                                                  UDP (User Datagram Protocol)

                                                  Protokol pertukaran data non-oriantasi (connectionless)

                                                  3

                                                  Network

                                                  Internet

                                                  IP (Internet Protocol)

                                                  Protokol untuk menetapkan routing

                                                  RIP (Routing Information Protocol)

                                                  Protokol untuk memilih routing

                                                  ARP (Address Resolution Protocol)

                                                  Protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomer IP

                                                  RARP (Reverse ARP)

                                                  Protokol untuk mendapatkan informasi nomer IP dari hardware

                                                  2

                                                  Datalink

                                                  LLC

                                                  Network Interface

                                                  PPP (Point to Point Protocol)

                                                  Protokol untuk point ke point

                                                  SLIP (Serial Line Internet Protocol)

                                                  Protokol dengan menggunakan sambungan serial

                                                  MAC

                                                  Ethernet, FDDI, ISDN, ATM

                                                  1

                                                  Fisik

                                                  Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera pada Tabel 2.

                                                  Tabel 2. Badan pekerja di IEEE
                                                  Working Group Bentuk Kegiatan
                                                  IEEE802.1 Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control).
                                                  IEEE802.2 Standarisasi lapisan LLC.
                                                  IEEE802.3 Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT, dll.)
                                                  IEEE802.4 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.
                                                  IEEE802.5 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.
                                                  IEEE802.6 Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area Network-Distributed Queue Dual Bus.)
                                                  IEEE802.7 Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada LAN.
                                                  IEEE802.8 Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.)
                                                  IEEE802.9 Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS (Integrated Services ) LAN.
                                                  IEEE802.10 Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.)
                                                  IEEE802.11 Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.3.
                                                  IEEE802.12 Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN
                                                  IEEE802.14 Standarisasi masalah protocol CATV

                                                  4. Ethernet

                                                  Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.

                                                  Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.

                                                  Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16, seperti pada Gambar 3.


                                                  Gambar 3. Contoh ethernet address.

                                                  48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat di Tabel 3, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html

                                                  Tabel 3. Daftar vendor terkenal chip ethernet
                                                  Nomer kode Nama vendor
                                                  00:00:0C Sisco System
                                                  00:00:1B Novell
                                                  00:00:AA Xerox
                                                  00:00:4C NEC
                                                  00:00:74 Ricoh
                                                  08:08:08 3COM
                                                  08:00:07 Apple Computer
                                                  08:00:09 Hewlett Packard
                                                  08:00:20 Sun Microsystems
                                                  08:00:2B DEC
                                                  08:00:5A IBM

                                                  Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.

                                                  1. 10Base5

                                                    Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti pad Gambar 4. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.

                                                    Seperti pada Gambar 5, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.

                                                    Gambar 4. Jaringan dengan media 10Base5.

                                                    Gambar 5. Struktur 10Base5.

                                                  2. 10Base2

                                                    Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. (Gambar 6). Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.

                                                    Gambar 6. Jaringan dengan media 10Base5.

                                                    Gambar 7. Struktur 10Base2.

                                                  3. 10BaseT

                                                    Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.

                                                    Gambar 8. Jaringan dengan media 10BaseT.

                                                    Gambar 9. Struktur 10BaseT.

                                                    Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat di Table 4.

                                                    Tabel 4. Jenis kabel UTP dan aplikasinya.
                                                    Kategori Aplikasi
                                                    Category 1 Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah.
                                                    Category 2 Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.
                                                    Category 3 Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.
                                                    Category 4 Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps.
                                                    Category 5 Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.

                                                  4. 10BaseF

                                                    Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.

                                                    Gambar 10. Struktur 10BaseF.

                                                    Gambar 11. Foto NIC jenis 10Base5, 10Base2, dan 10BaseT.

                                                  5. Fast Ethernet (100BaseT series)
                                                  6. Selai jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah seri 100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses datanya diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX. Kecepatan transmisi seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya (seri 10Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain sebagainya.

                                                  5. Desain Jaringan

                                                  Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah jaring (mesh) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau memanfaatkan gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana yang berbeda. Mungkin Tabel 5 bisa dibuat sebagai referensinya.

                                                  Tabel 5. Faktor-faktor mendesain LAN
                                                  Jenis LAN Topologi Bus
                                                  Star
                                                  Ring Token Ring
                                                  Token Bus
                                                  Mesh
                                                  Kecepatan Menengah (beberapa s/d 20 Mbps)
                                                  Tinggi (100 s/d ratusan Mbps)
                                                  Ultra (lebih dari 1 Gbps)
                                                  Media transmisi Kabel (wireline)
                                                  Gelombang radio (wireless)
                                                  Tingkatan LAN Utama (backbone LAN)
                                                  Biasa (floor LAN)

                                                  6. Penutup

                                                  Demikianlah setelah kita membicarakan dan mengenal beberapa alat dan sarana untuk sebuah jaringan, diharapkan akan lebih membuka wahana dan pengetahuan kita dalam merencanakan pembuatan sebuah jaringan. Setelah itu kita akan berusaha menelusuri lagi pembicaraan dari segi software, bentuk jaringan dan beberapa pemanfaatannya dalam tulisan selanjutnya dibagian ke-dua.

                                                  JaRiNgaN KoMpuTeR

                                                  Filed under: iPtEk - Administrator @ 12:27 am

                                                  Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka (dengan terminator diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa. Mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer. Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat optik).

                                                  Akan dibahas sedikit tentang bagaimana komputer terhubung satu sama lain, mulai dari teknologi kabel coaxial hingga teknologi laser. Keterbatasan pengalaman menyebabkan tulisan ini pun terbatas sifatnya.

                                                  Get free blog up and running in minutes with Blogsome
                                                  Theme designed by Alex King