Selamat Tinggal Untukmu yang Kucintai…
Pertemuan pertama
"Eh pinjem ballpointnya, oi diomongin kok diem aja…! sekalian kertas juga"
"ye..ni minta pa ngerampok seh..?"
"he… udah thanks yachhh" ucap Yanti setelah meminta..ups tepatnya merampok ballpoint dan buku adik kelasnya untuk mencatat nomor HP teman si adik kelas.
Siang itu tepatnya setelah jam perkuliahan berakhir Yanti tak sengaja berkenalan dengannya, sebenarnya dalam hati Yanti tidak terbersit apapun namun tidak begitu dengan Dani si adik kelas.
Pertemuan kedua
"Eh dian…"
"manggil siapa Yan??"tanya Edi
"itu yang pake baju kuning"
"Ye..tu namanya Dani bukan Dian atuh neng"
"eh Dani yah, he…he..sori, Dan?" dengan setengah berlari ia naik kemotor yang dikendarai oleh Dani.
Sesaat Dani tersentak dan berkata "Apaan neh.."
"udah…anterin aq kedepan..cepetan yah, dah malem."
sambil berjalan Dani bertanya "…eh emang rumahnya dimana?"
"napa mangnya? mo nganterin?"
"nggak, biar sekalian…"
"udah disini ajah…tu angkotnya dah ada" *angkot=angkutan kota - sudako* sesaat Yanti telah turun dan menghadang angkot kearah rumahnya. "oh ya..Dan thanks yah? bye…hati2 pulangnya..?"
"loh gitu aja…" wajah Dani agak melongo saat melihat kakak kelasnya berlalu begitu saja "aneh amat sih tu cewek.."sambil tersenyum ia menghidupkan motornya dan berlalu.
Pertemuan ketiga
"Dan..temeni aq yuk??"
"Loh..aq baru nyampek nih…gak liat apa?"
"ia liat-liat, plizz penting banget"sambil mengerlingkan sebelah matanya Yanti tersenyum kearah Dani dan sepertinya Dani luluh "mau yah?"
"ya udah, yuk naik… kemana nih?"
"udah jalan aja nanti aq kasi tau" sembari Yanti naik kemotor Dani. Dani slalu menurut apapun yang dikatakan Yanti, sampai semuanya selesai Dani pun hanya diam dan menuruti langkah Yanti. "Eh thanks banget yah…"sesaat setelah Yanti sampai disimpang tempat menunggu angkotnya.
"E..e..eh bentar…donk?"
"emmphh apa? angkotnya udah ada tuh"
"mana..? ya udah deh.. Hati2 yah? 061xxxxxxxx kan?"Dani berkata sambil menstarter motornya dan beranjak pergi sebelum Yanti naik ke angkotnya.
"apa? eh tau dari mana? oi…oi…."
Setiba dirumah mama Yanti langsung bertanya "dari mana seh kok malem banget pulangnya?"
"tadi ada petemuan ma, lagipula tadi kan udah dikasih tau ke HP Uli.."
"enggak…temenmu nelpon terus tuh…"
"ehmmmpphhh siapa…? Arie..?"
"Dani.."
Kringggggggg
"Halo Asslamualaikum.."
"waalaikum salam, siapa nih?"
"ye… seharusnya aq yang nanya ni siapa…"
"jangan sewot gitu donk Non…Baru nyampe yah?"
………………………………………..
Berawal dari pertemuan pertama, kedua, ketiga hubungan keduanya dilanjutkan melalui Telpon, awalnya setiap malam Dani hanya sekedar bertanya tentang keadaan Yanti seperti "sudah makan belon? bobo`nya nyenyak pa nggak? PRnya udah dikerjain?" dsb. Hubungan ini dijalani Yanti hanya iseng2 karena ia sedang tidak akur dengan pacarnya, Tapi suatu saat Dani berkata sesuatu yang tidak asing lagi ditelinganya "sayang" kata itu hanya pernah diucapkan oleh Pacarnya, yang sudah tidak pernah lagi didengarnya.
"Yan? bisa nggak kalo Yanti manggil Dani jangan "Adek" lagi…, soalnya asing banget dengernya..?"
"Loh kamu kan adek kelasku so mau nggak mau ya harus nerima" Sebenarnya Yanti lebih muda 1 tahun dari Dani, itu karena Yanti masuk sekolahnya lebih cepet dari anak2 biasa, anak2 seusia Yanti lebih pantas duduk dibawah kelas Dani bukan sebaliknya.
"tapi Yan?, plizzz biar lebih enak aja…mo ya sayang????"
"liat entar dech…tapi jujur aja yah kakak belon terbiasa alias baru ni ngucapin begituan.."
"ya udah, biar Dani aja yang biasain entar Yanti biasain juga…Gimana?"
Semakin hari semakin sering jalur komunikasi itu digunakan, kadang kala mereka janjian untuk sampai kekampus barengan, yang nyampe duluan harus nelpon yang belon nyampe… Dari makan siang sampe pulang kerumah Yanti tidak sendiri lagi. Tapi 1 hal yang membuat Yanti heran, teman-temannya menyangka bahwa mereka pacaran tapi menurut Yanti tidak demikian. Kadang terbersit juga keinginan untuk menanyakan hubungan mereka tapi Yanti merasa takut kalau2 Dani akan berubah setelah pertanyaan itu dilontarkan "Yang penting aq sama Dani saling mengerti dan melengkapi" hal itu yang sekarang bersarang dibenak Yanti. Yanti kini menganggap Dani sebagai bagian dari dirinya dan pastinya tidak ada waktu yang terbuang tanpa kehadiran Dani, baik itu dirumah maupun saat mereka berada dikampus. Ia benar2 tidak ingin kehilangan Dani.
Namun kebahagiaan yang ada karena kehadiran Dani tidak berlangsung lama, pacar Yanti yang belakangan telah mencium sesuatu diantara Yanti dan Dani hadir kembali dikehidupan Yanti. Ia seperti ingin mendapatkan cinta Yanti kembali dan menjauhkannya dari Dani, tapi tidak demikian dengan Yanti, ia menunjukkan sikap bahwa ia telah menemukan seorang "Raja" baru pengganti pacarnya yang lama. Hubungan mereka berakhir karena pacar Yanti yang meminta, lagipula Yanti sama sekali tidak berniat untuk mempertahankan hubungan itu Ia hanya diam ketika pacarnya meminta sesuatu yang tidak pernah terbersit hadir dibenaknya. Hanya ada beberapa air yang mengalir dipipinya, entah sedih entah bahagia. Setelah kejadian itu Yanti menguatkan diri untuk tidak nampak sedih atas keputusan itu baik dihadapan mantannya maupun Dani.
Tapi disaat Yanti membutuhkan kehadiran Dani, Dani seakan-akan berlaku seperti orang asing. Saat ingin ditemui Dani seakan tidak perduli, ditelpon Dani tidak menjawab, diSMS pun tidak dibalas. Sebenarnya apa yang terjadi…????
Sampai cerita ini diturunkanpun Yanti tidak tau jawabannya, Sebenarnya Yanti ingin menanyakannya tapi ia kembali menyimpan pertanyaannya untuk kedua kali,bukan karena ia takut untuk kehilangan Dani tapi karena Ia kini telah kehilangan Dani untuk selamanya. Dani telah pergi dengan membawa cerita indah mereka dan rahasia yang hanya Dani yang mampu menjawabnya.
***Untuk ADLY****
Selamat tinggal dek, kakak disini selalu merindukanmu. Apapun yang telah ada diantara kita hanya kakak anggap sebagai ‘Kasih sayang’ antara kakak dan adiknya
Semoga Adly bahagia dialam sana. 1 hal yang kakak harapkan, jika nanti kakak menemukan Adly lagi kakak gak akan melepaskan Adly sampai kapanpun.
Kakak sayang sama Adly
***Ria***
